IKATAN ALUMNI SMK NEGERI 1 GOMBONG

Agenda IA-SMKIN GO htmL

1. SILATURAHMI Acara : Silaturahmi Bulanan IA-SMKIN GO
Hari / Tanggal : Sabtu / 08 Mei 2010
Waktu : Pukul 19.00 WIB
Tempat :
"PRAPATAN PRESIDENT UNIVERSITY JABABEKA CIKARANG"
Perwakilan :
seksi acara:
1. Trizz 2004
2. Dullah 2004
3. Mars 2003
seksi humas
1. pecahan beling 2004
Info Selengkapnya Hubungi Pengurus Pusat IA-SMKIN GO (di Kontak Kami) atau langsung ke Pengurus IA-SMKIN GO (2004)
> Hasil Rapat : Silakan klik "Laporan Hasil Silaturahmi 8 Mei"
2. PENGENALAN IA-SMKIN GO Acara : Silaturahmi dan Pengenalan IA-SMKIN GO kepada siswa kelas XII SMK Negeri 1 Gombong(sebagai calon anggota baru) Waktu : April / Mei 2010 Tempat : SMK Negeri 1 Gombong Peserta : siswa kelas XII SMK Negeri 1 Gombong dan Alumni yang telah konfirmasi kepada Pengurus IA-SMKIN GO bahwa akan ikut hadir dalam acara. Info lebih lanjut dapat menghubungi IA-SMKIN GO,no hp ada di Kontak Kami. 3. SILATURAHMI Acara : Silaturahmi Bulanan IA-SMKIN GO (2004)
Hari / Tanggal : Sabtu / 13 Maret 2010
Tempat : Bundaran Patung Kuda (JABABEKA) Cikarang
Waktu : Pukul 19.00 WIB Info Selengkapnya Hubungi Pengurus Pusat IA-SMKIN GO (di Kontak Kami) atau langsung ke Pengurus IA-SMKIN GO (2004) 4. Rapat Koordinasi
Acara : Pertemuan pengurus
Hari / Tanggal : Jumat, 12 Februari 2010
Waktu : Pukul 10.00 WIB
> Hasil Rapat : Silakan klik "Salinan Hasil Rapat 12/02/2010"
Tampilkan postingan dengan label Motifasi Kerja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motifasi Kerja. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Februari 2010

Menulis Surat Lamaran Kerja yang Efektif

Apa yang ditulis
Anita dalam alinea ketiganya: "besar harapan saya untuk dapat diterima
bekerja...." adalah salah satu contoh harapan yang kurang pas, konyol.

Di ruang konsultasi, Anita tampak lesu dan tak bersemangat. Gadis 25
tahun yang telah menyandang gelar SE dari PTS favorit di Yogya itu
mengeluh. Hampir 30 buah surat lamaran kerja telah ia layangkan ke pelbagai
perusahaan dan kantorkantor. Namun, tak satupun yang memberi kabar
balik. Boro-boro dipanggil, untuk tes ini lah itu lah. Surat pemberitahuan
penolakan pun tak pernah ia terima. Jengkel, dongkol dan akhirnya sering
uring-uringan terhadap dirinya sendiri.

Ia menyodorkan satu berkas surat lama-ran kerja yang baru saja
dibuatnya dan akan dikirimkan ke sebuah bank swasta di Jakarta. Tampaknya ia
menjadi tidak yakin setelah mengalami kegagalan demi kegagalan. Berkas
saya terima dan langsung saya ambil lembar pertama. Surat lamaran kerja.
Saya amati dan baca dengan teliti. Saking penasaran melihat saya
tersenyum ketika membaca, ia bertanya, apanya yang salah? Format, isi, gaya
bahasa atau cara penulisannya? Saya tidak menjawab. Justru berondongan
pertanyaan tersebut membuat saya membaca ulang lebih teliti.
Di kertas bagian kanan atas, ia menuliskan 3 baris alamat rumahnya
secara lengkap dengan ukuran font yang lebih kecil dari yang lainnya. Lalu,
tanggal pembuatan surat ia tulis 2 spasi di bawah alamat tersebut.
Di sebelah kiri, sejajar dengan tulisan tanggal, ia menulis alamat
tujuan secara lengkap dan benar. Ungkapan salam, tertulis 3 spasi di bawah
alamat tujuan. Kemudian di bawah ungkapan salam, ia tuliskan isi surat
yang terbagi atas 3 alinea kecil.

Alinea pertama berisi pernyataan bahwa yang bertanda tangan di bawah
ini saya, nama, alamat, dan lain sebagainya. Alinea kedua berisi
pernyataan maksud dan tujuan. Dan terakhir, alinea ketiga berisi harapan yang
terungkap dengan kata-kata: "besar harapan kami untuk dapat diterima
bekerja di bank yang bapak pimpin ini.... `
dan seterusnya sampai kalimat penutup yang berbunyi "Sekian terima
kasih atas perhatiannya."
Di sebelah kiri bawah isi 3 alinea tadi, ia menuliskan salam penutup.
Tanda tangan dan nama terang tertulis di bawah salam penutup.

Sekilas, surat lamaran kerja Anita tampak sempurna. Kertas putih
bersih. Penulisan rapi, tanpa ada salah ketik. Bahasa standar dan formal. Isi
singkat, padat tidak bertele-tele. Format atau tata letak baik dan
benar. Tampaknya ia memilih full block style, gaya Amerika yang memang
sedang ngetrend di-dunia korespondensi perkantoran atau perusahaan saat
ini. Namun, apabila diamati, isi surat yang terdiri 3 alinea tersebut
Anita terkesan old fashioned, tidak konsisten, tidak memiliki sesuatu yang
diharapkan oleh perusahaan, dan kurang paham tentang proses rekrutmen
pegawai. Wajar, konsekuensi dari peran sebuah surat. Representasi self
expression atau cerminan diri. Mari kita simak satu persatu kelemahan
isi surat Anita yang akhirnya merugikan dirinya sendiri.

Pada alinea pertama, tulisan "saya yang bertanda tangan di bawah ini,
nama, alamat, dan lain sebagainya" saat ini sudah tidak pernah dipakai
lagi pada surat lamaran kerja. Ungkapan tersebut mulai ditinggalkan
sekitar 1980-an sejak penulisan Dutch Style tergeser oleh American Style.
Di sinilah, Anita terkesan old fashioned, ketinggalan zaman. Jika
konsisten dengan pilihan penulisan gaya Amerika, mustinya pada alinea pertama
ia langsung menuliskan maksud dan tujuan. Bisa didahului dengan kalimat
pembuka, misalnya: "Saya mengetahui lewat iklan yang dimuat pada harian
ABC tanggal 1 Desember 2005, bahwa bank yang bapak pimpin saat ini
sedang membutuhkan karyawan barn untuk posisi customer service. Saya sangat
tertarik. Oleh karenanya dengan ini perkenankanlah saya melamar posisi
jabatan yang bapak tawarkan tersebut...."

Alinea kedua adalah tempat yang tepat untuk ekspresi promosi diri.
Semua pengetahuan dan ketrampilan, balk yang diperoleh lewat pendidikan,
pelatihan atau bahkan bersifat otodidak sangat perlu diungkapkan. Tulis
pula pengalaman-pengalaman yang menunjang serta karakteristik pribadi
yang menonjol sesuai dengan sarat-sarat seorang customer service. Bagian
inilah biasanya yang menjadi fokus perhatian utama bagi selektor. Oleh
sebab itu bagi pelamar kerja, bagian ini harus dianggap sebagai ajang
promosi diri.

Alinea ketiga memang biasanya berisi pernyataan harapan. Perlu
dihindari pernyataan harapan yang bersifat konyol dan memaksa. Terkesan
seolah-olah tidak tahu tentang proses rekrutmen pegawai, Apa yang ditulis
Anita dalam alinea ketiganya: "besar harapan saya untuk dapat diterima
bekerja...." adalah salah satu contoh harapan yang kurang pas, konyol.
Bukankah sebelum diterima menjadi karyawan, pelamar harus lebih dahulu
melakukan serangkaian tahapan kegiatan termasuk salah satunya mengikuti
serangkaian tes rekrutmen? Maka harapan tersebut akan lebih tepat dan
benar jika diungkapkan antara lain demikian: "besar harapan saya untuk
dapat diikutsertakan dalam tes-tes rekrutmen yang ada bersama dengan
kandidat-kandidat yang lain...."

Ungkapan ini rasanya terkesan lebih elegan dan menyiratkan bahwa
penulis paham terhadap apa yang dihadapinya. Itulah surat lamaran kerja yang
efektif, dengan 3 alinea yang merupakan isi mustinya mampu menjabarkan
fungsi dari sebuah surat lamaran kerja, memohon dan sekaligus
memproklamirkan diri slap untuk berkarya.


Semoga bermanfaat.

Selasa, 16 Februari 2010

Bagaimana Meraih Target Kita

Sebagai seorang yang bergerak di bidang pemasaran kita sudah tidak asing lagi dengan yang namanya target. Target yang biasanya diberikan oleh pimpinan kepada kita dimana mau tidak mau kita harus bisa memenuhinya,

Saya mulai serius menekuni bidang ini ketika “terpaksa”, dikondisikan saya diminta bantuan oleh Boss saya untuk memajukan usahanya sedangkan saya boleh dibilang buta dalam hal ini karena basic saya adalah administrasi dan keuangan.

Dari nasehat-nasehat yang saya terima, dari membaca buku dan artikel (yang saya sempat-sempatkan membacanya) dan dari pengalaman dilapangan ada beberapa cara untuk mencapai target yang ditetapkan.

  1. Selalu menambah pengetahuan kita dari sisi manapun akan produk yang kita tawarkan sehingga kita bisa memberi pengertian kepada konsumen, apa keunggulan produk yang kita tawarkan dengan produk lain yang sejenis.
  2. Tidak bosan belajar dari siapa saja agar bisa maju.
  3. Selalu melebihkan target yang diberikan kepada kita. Semisal kita diberi target menjual 100 barang dalam sebulan maka kita harus mencatat bahwa target lebih dari 100. Tapi ingat untuk awal-awal jangan terlalu tinggi dalam melebihkannya, yang rasional saja semisal menjadi 110 barang.
  4. Selalu catat dan pantau perkembangan penjualan yang terjadi dari hari kehari, minggu ke minggu. Sehingga bila ada hambatan bisa cepat ditanggulangi.
  5. Memantau dan memotivasi pasar yang sudah ada agar selalu berkembang.
  6. Selalu mencari peluang pasar baru, ingat jangan hanya mengandalkan satu dua sumber pendapatan, dapatkan sebanyak-banyaknya.
  7. Selalu menjaga hubungan baik dengan para pelanggan kita siapapun dia, mulai dari konsumen langsung, agen sampai distributor.
  8. Perhatikan bulan-bulan “paceklik” bagi usaha anda, usahakan inovasi penuh jauh hari sebelumnya untuk mengantisipasinya.
  9. Jaga kejujuran kita, kualitas produk dan pelayanan yang kita berikan.
  10. Jangan lupa untuk selalu beribadah dan berdoa serta beramal.

Demikian pengalaman saya yang masih dalam taraf belajar dan benar-benar masih hijau dan bau kencur di rimba pemasaran ini, semoga bermanfaat.

Salam Sukses Buat Anda



Solid Team Work

"A team based environment demands that you make responsible decisions; it requires you to take charge of your career. It requires you to develop excellent interpersonal skills because you have to interact at a much different level with your team members. No longer is it just you and your job!" Catherine Pulsifer

Pepatah yang mengatakan, ringan sama - sama dijinjing dan berat sama - sama dipikul adalah mereflesikan suatu Team Work yang solid. Selain beban akan semakin ringan, hasil yang dicapai juga akan semakin optimal. Peranan Team Work sangat besar kontribusinya bagi tercapainya target / goal dari suatu organisasi. Dalam suatu organisasi tanpa adanya Team Work yang tangguh, selain terbuka peluang menuju kegagalan, hasilnya pun tidak akan sesuai dengan yang diharapkan. "Great achievement is usually born of great sacrifice, and is never the result of selfishness" Napoleon Hill. Untuk membangun Team Work yang tangguh maka :

  1. VISI DAN MISI. Semua orang yang terlibat dalam Team Work harus benar - benar memahami dan mengerti dengan baik Visi dan Misi organisasi. Jika kondisi ini telah terpenuhi, selain akan menghilangkan sikap curiga / tidak percaya maka tujuan yang ingin dicapai akan semakain mudah direalisasikan karena semuanya telah terfokuskan / terkonsentrasikan dengan baik pada target / goal yang ingin dicapai. "If you chase two rabbits, both will escape" Chinese Proverb.
  2. SALING PERCAYA. Siapapun yang terlibat dalam suatu Team Work, harus mau membuka diri / transparan. Yang namanya rahasia, sedini mungkin disirnakan. Setiap permasalahan yang timbul, setiap orang dalam Team Work akan berusaha seoptimal mungkin memberikan solusi pemecahan. Jika senang akan sama - sama dinikmati dan begitu juga sebaliknya, jika susah akan sama - sama dipikul. "We make a living by what we get, we make a life by what we give" Winston Churchill.
  3. KESATUAN. Selalu tekankan dalam Team Work bahwa kita adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Ibarat sapu lidi. Jika bersatu akan memberikan manfaat tetapi jika dipisahkan, manfaatnya akan sirna. Ketika ada yang sakit maka spontanitas semua yang terlibat dalam Team Work juga akan merasakannya dan berusaha menyembuhkannya."If anything goes bad, I did it. If anything goes semi - good, we did it. If anything goes real good, then you did it. That's all it takes to get people to win football games for you"Paul "Bear" Bryant
  4. SALING MENGHORMATI. Dikarenakan Team Work adalah satu kesatuan yang tidak terpisah maka setiap orang yang berada dalam Team Work memiliki fungsi dan peranan yang sangat vital dan penting. Tidak ada satu hal pun yang logis dikatakan bahwa si A, B atau C lebih penting / vital peranannya jika dibandingkan dengan si D, E atau F. Didasarkan oleh kondisi ini maka siapapun yang terlibat dalam Team Work harus saling menghormati dan menghargai. "Coming together is a beginning, staying together is progress, and working together is success" Henry Ford

5. POSITIVE THINKING. Ini adalah salah satu hal fundamental yang harus dimiliki dalam Team Work, yang menilai / menvonis baik tidaknya diri seseorang adalah didasarkan oleh apa yang dia kontribusikan dan bukan semata - mata hanya oleh penampilan luar. "A positive attitude brings strength, energy and initiative" Remez Sasson

6. KERJASAMA. Karena ini adalah untuk kepentingan bersama maka sudah seyogianya bentuk dari kerjasama yang diberikan adalah kerjasama yang tulus dan ikhlas serta tanpa adanya niat - niat terselubung. "A successful team beats with one heart" Unknown

7. RELA BERKORBAN. Makna dari rela berkorban adalah selain korban dalam bentuk materi tetapi juga waktu dan perasaan. Wujud nyata dari rela berkorban ini juga harus tulus dan ikhlas serta tanpa pamrih adanya. Motivasi utama dari perbuatan mulia ini adalah demi kesuksesan bersama dalam suatu team Work. "Individuals play the game, but teams beat the odds" SEAL Team saying.
  1. TANTANGAN DAN RINTANGAN. Kembali, apapun tantangan dan rintangan yang timbul, semuanya akans selalu bersatu padu dalam menanganinya. Tidak seorangpun akan dibiarkan menderita / bahagia sendirian. Semuanya akan selalu dirasakan bersama - sama. "If all my friends were to jump off a bridge, I wouldn't jump with them, I'd be at the bottom to catch them. Everyone hears what you say. Friends listen to what you say. Best friends listen to what you don't say" Tim McGraw
Dengan dimilikinya Team Work yang tangguh maka apapun yang telah direncanakan akan semakin mudah direalisasikan. "There are three ways to get something done: do it yourself, employ someone, or forbid your children to do it"



Capai Target Penjualan Dengan Mudah

Proses penjualan terjadi karena beberapa hal, bisa dari penawaran,promosi, dan lain-lain, apa saja yang dapat kita lakukan dalam melakukan proses menuju ke penjualan, serta kadang kita suka lupa melakukan atau menjalankannya :

  1. Canvassing sebuah proses menawarkan produk atau jasa anda serta Melakukan kunjungan ke pelanggan baik yang sudah di kenal maupun tidak di kenal berdasarkan atas route yang telah ditetapkan. Bisa juga dengan menyebarkan Flyer, semakin banyak kita menyebarkan dan juga target yang tepat , semakin banyak pula kita mendapat kesempatan untuk jualan
  2. Menerima Tamu ( Walk In ) di kantor, dengan cara datang lebih pagi karena beberapa kantor menerapkan giliran mendapatkan calon konsumen berdasarkan kehadiran kita. Dan biasanya jika ada tamu yang dating ke kantor kita biasanya sudah 75 % minat untuk membeli. semakin banyak kita menerima tamu, semakin banyak pula kita mendapat kesempatan untuk jualan
  3. Menerima panggilan telepon ( Call In) , hampir sama dengan call in Cuma bedanya ini hanya bentuk panggilan telepon, yang berasal dari informasi di iklan,Flyer,Televisi dll. semakin banyak kita menerima telpon, semakin banyak pula kita mendapat kesempatan untuk jualan
  4. Referensi marketing lain, kadang kita dapat melakukan penjualan dari teman-teman marketing dari bidang lain, misalnya Asuransi,Bank, Restorant,Travel Agent,Golf, Hotel dll. Semakin banyak kita menjalin hubungan dengan marketing-marketing lain membuat jaringan kita semakin luas dan mendapatkan banyak peluang.
  5. Database lama. Kadang ada juga klien-klien lama kita yang beberapa bulan lalu ditawarkan belum berminat, mungkin sekarang ditawarkan lagi menjadi berminat dan kembali membeli product dari anda. semakin banyak kita menelpon/menfollow up orang yang tepat, semakin banyak pula kita mendapat kesempatan untuk jualan
  6. Program Buyer Get Buyer. Biasakan bila kita telah menjual product kita, lalu kita menawarkan mungkin teman,keluarganya mau membeli product/jasa kita .
  7. Keluarga kita sendiri, siapa tau ada keluarga kita juga tertarik menggunakan product dan jasa kita, atau mungkin bisa dari teman keluarga kita
  8. Internet. Manfaatkan teknologi sebagai bagian dari penawaran product-product kita contohnya seperti Milis yahoo, Friendster, facebook dan lain-lain.

Kita diberikan waktu 24 jam, bagaimana kita bisa memaksimalkan waktu yang ada dan mencapai kapasitas maksimal. Karena setiap orang pasti sukses, apabila menginginkan dan memperjuangkannya

Demikian hal-hal yang membuat proses penjualan menjadi lebih banyak, dan target pun pasti tercapai, anda pun bahagia. Sukses untuk Anda



Sabtu, 13 Februari 2010

Cara Mudah Membuat Customer Terpesona

Cara Mudah Membuat Customer Terpesona


Saya ibaratkan customer seperti lebah.
Ada dua cara menangkap lebah.
Cara pertama, anda datang ke taman, cari lebah, kejar dia lalu tangkap.



Pernah dengar kata Moment of truth? Moment of truth adalah detik-detik saat anda dan bisnis anda bersentuhan dengan customer anda.Dimana Anda bisa memberikan impresi (kesan) yang hebat kepada customer Anda sehingga customer mendatangi kita bukan kita yang mendatangi customer.

Saya ibaratkan customer seperti lebah. Ada dua cara menangkap lebah. Cara pertama, anda datang ke taman, cari lebah, kejar dia lalu tangkap. Apa yang terjadi ketika Anda mengejar lebah? Dia kabur. Kalau dia kabur biasanya dia akan beritahu teman-teman lebah lainnya. Cara kedua menangkap lebah adalah, pelihara taman bunga, rawat bunganya, pilih bunga yang cantik, tamannya di perindah dan dirawat dengan baik. Lebah dengan senang hati akan berkunjung dan menikmati keindahan bunga ini dengan sendirinya.

Pertanyaannya adalah, apakah anda memelihara lingkungan perusahaan anda seperti bunga agar terlihat cantik dan menarik di tempat Anda? Apakah team anda mempercantik diri dengan perilaku dan budi pekerti yang disukai oleh customer anda? Mana yang dipilih oleh customer, membeli mobil dari Abdullah atau membeli mobil dari penjual yang wajahnya mirip Tamara?

Itulah sebabnya mengapa iklan menggunakan artis cantik, tidak orang biasa yang mungkin bayarannya lebih murah. Ada guyonan yang menarik "Kenapa iklan sabun Lux pakai artis Deasy Ratna Sari?" Kenapa bukan Tessy. Padahal kalau digosok ke badan Deasy atau Tessy sabunnya sama-sama berbusa. Kalau team bisa menjual diri, customer akan datang ke kita bukan kita yang datang ke customer. Itu adalah moment of truth.

Business owners, entrepreneurs dan pembaca yang budiman, Apakah Anda mempercantik batin, hati dan pikiran atau hanya mempercantik penampilan fisik saja? Apakah customer anda sedang menarik perhatian customer atau membuat customer lari ketakutan?

Memulihkan Bisnis Yang Hampir Bangkrut

Memulihkan Bisnis Yang Hampir Bangkrut


Sebelumnya ia bekerja di sebuah toko komputer
sebagai tenaga teknisi, karena melihat peluang yang bagus,
akhirnya keluar dan memutuskan untuk usaha sendiri.


Seorang pembaca buku saya "Langkah Jitu Memulai Bisnis Dari NOL" dan "Curhat Bisnis", pada suatu kesempatan menyampaikan kegelisahannya mengenai betapa beratnya memulihkan bisnis yang hampir bangkrut.


Normi (bukan nama sebenarnya) adalah seorang pemuda Lampung yang punya cita-cita ingin menjadi pengusaha sukses. Ia menjalankan usaha jasa perbaikan komputer, ia dirikan tahun 2003. Ia menjalankan usaha ini di rumah (tinggal dengan orang tua dan belum menikah) dengan menempati ruang tamu. Rumahnya persis di pinggir jalan di daerah Lampung. Sebenarnya ingin mengontrak kios tapi belum ada biaya, sehingga ia menggunakan ruang tamu untuk usaha, meski dirasa kurang layak.

Sebelumnya ia bekerja di sebuah toko komputer sebagai tenaga teknisi, karena melihat peluang yang bagus, akhirnya keluar dan memutuskan untuk usaha sendiri. Pada awal usaha ia melayani jasa service saja, karena waktu itu tidak punya modal untuk menjual produk hardware/accessories komputer. Setelah berjalan beberapa waktu usahanya mulai berjalan baik sampai pada akhirnya ada seorang teman yang menawarkan pinjaman dana untuk pengadaan barang berupa hardware/accessories komputer. Ia menyepakati persyaratan yang dibuat, setelah dapat dana langsung membelanjakannya untuk stock barang.


Setelah beberapa waktu mulailah timbul masalah. Uang penjualan tercampur aduk dengan uang pribadi dan uang hasil jasa, pada akhirnya ia bingung dan tidak bisa mengelolanya hingga akhirnya gagal dan bangkrut, barang habis uang entah kemana, yang tinggal sekarang adalah hutang. "Saya sempat drop dan sempat berhenti, tapi saya sadar itu semua tidak menyelesaikan masalah, akhirnya tahun 2006 saya mulai buka lagi meskipun sudah tidak punya apa-apa dan menanggung hutang yang bagi saya nilainya cukup memberatkan, sampai sekarang usaha saya masih berjalan dan hanya melayani jasa service saja, " katanya.


Ia punya keinginan untuk membuat usaha menjadi besar, tidak hanya untuk pribadi, tapi juga ingin menciptakan lapangan pekerjaan untuk orang lain, dan ia sadar itu tidak mudah. Itu sebabnya ia membaca buku saya dan mengirim email untuk mendapat tanggapan saya.Saya menanggapinya sebagai berikut. Pertama, jika anda mengalami hal serupa, pesan saya ikhlas dan bersabarlah, apa yang anda alami adalah suatu anugerah untuk menjadi lebih tangguh menghadapi tantangan. Teruslah berupaya mengembangkan bisnis, jika tidak, pengalaman yang selama ini akan sia-sia belaka, tak ada nilainya. Jika diteruskan dengan sikap mau belajar yang tinggi, saya percaya di depan sana akan banyak orang yang mendukung anda.


Kedua, Anda pasti perlu dukungan orang lain, entah itu tenaga, pikiran dan modal. Untuk mendapatkan semua itu, jadilah anda pribadi yang mudah dibantu. Pribadi yang mudah dibantu adalah pribadi yang gampang bergaul, gampang membantu orang lain, jujur, dan punya cita-cita yang jelas. Cobalah anda lihat, orang-orang yang banyak menyendiri, menyepelekan persahabatan, menyelepekan amanah orang, kelak akan sulit mendapat dukungan orang lain. Dan jika anda selalu katakan ke orang-orang yang tepat bahwa anda akan mengembangkan bisnis anda menjadi sebesar perusahaan tertentu (carilah contoh di daerah anda yang cukup besar), para pendukung anda akan bicara "O o, kamu ingin seperti itu ya? Saya bisanya membantu doa, membantu tempat yang murah, membantu mengenalkan dengan seorang pengusaha ini dan seterusnya". Dukungan seperti itu, akan datang. Percayalah. Dan tak usah kaget, kelak ada juga orang yang mencemooh. Abaikan saja mereka.

Ketiga, peganglah komitmen bahwa anda mau membayar hutang. "Terburu-burulah kalau anda membayar hutang,"begitu kata Pak Ustad. Jadi jika ada uang, segeralah mencicil hutang. Saya meyakini keseriusan mau membayar hutang akan membuat kita lebih mudah mendapatkan rejeki.
Keempat, setiap hari, lakukanlah tindakan yang memungkinkan bertambahnya pelanggan, misalkan menyebar brosur, datang ke kantor-kantor menawarkan jasa anda, menelepon/kirim fax/email menawarkan jasa anda kepada para calon pelanggan dan lain-lain. Hasilnya tidaklah instan. Mungkin tahun depan baru akan terasa dampaknya. Tidak apa-apa, yang penting ada upaya untuk maju.
Kelima, mulailah berlatih disiplin dalam mengelola uang. Pisahkan uang pribadi dan uang bisnis. Buatlah anggaran berapa maksimal "gaji" anda di bisnis anda sendiri. Jika ada untung besar, tetaplah mengambil sedikit untuk kepentingan pribadi, teruslah perbesar bisnis anda dengan laba yang diperoleh agar kemajuan bisnis melaju lebih kencang.

Demikian, mudah-mudahan bermanfaat bagi anda yang sedang atau pernah mengalami hal serupa.

Bagaimana Menerjuni Dunia Entrepreneur

Bagaimana Menerjuni Dunia Entrepreneur


Apa yang pasti adalah;
Anda jelas tak ingin setelah pensiun
langsung mati. Sisa usia Anda mungkin masih
10, 20, atau malah 50 tahun juga.



Apakah Anda mau dan ingin menerjuni dunia bisnis, sekarang atau nanti? Jawabnya harus mau dan ingin. Sepertinya jawaban itu cukup memaksa Anda untuk mulai memikirkan tentang fenomena berikut ini.

Jika Anda bekerja pada orang lain, adalah baik jika Anda mempertimbangkan untuk terus meniti karir sampai ke puncak. Tapi sebagai pekerja, Anda juga pasti akan pensiun.

Jika Anda mengikuti pola dan alur pensiun yang normal dan alamiah, maka ketahuilah bahwa saat Anda pensiun, Anda juga pada dasarnya pensiun dari semua pemberi kerja, bukan hanya dari pemberi kerja Anda saat ini. Terlebih lagi, jika pola "normal" dan "alamiah" itu erat kaitannya dengan usia produktif.

Akan cukup sulit bagi Anda, setelah pensiun di usia 30, 40, atau bahkan 50 tahun, menemukan pemberi kerja yang mau mempekerjakan Anda. Dan sangat mungkin, Anda sendiri pun akan bosan dengan lagi-lagi bekerja untuk orang lain.

Apa yang pasti adalah; Anda jelas tak ingin setelah pensiun langsung mati. Sisa usia Anda mungkin masih 10, 20, atau malah 50 tahun juga.

Jadi, mau tidak mau, ingin tak ingin, Anda juga harus mulai berpikir tentang menerjuni dunia entrepreneur, baik sesegera mungkin atau segera setelah Anda pensiun.

Di Workshop E.D.A.N. kemarin, saya sempat berdiskusi ringan dengan salah seorang peserta yang menjadi founder, moderator, dan pembina di sebuah komunitas entrepreneurship. Dari diskusi itu, beberapa pelajaran bisa ditarik berkaitan dengan apa dan bagaimana seseorang bisa menerjuni dunia entrepreneur.

Saya kemudian mencoba memikirkannya sedikit lebih dalam, dan berikut inilah yang bisa saya temukan tentang tipe-tipe entrepreneur yang memulai dunia entrepreneurshipnya.

Early Birds

Inilah tipe entrepreneur yang sejak awal telah memproyeksikan dirinya menjadi entrepreneur. Mereka telah mempertimbangkan dunia entrepreneur sejak mereka masih di bangku sekolah. Bagaimanapun situasi dan keadaan sekolah mereka, cita-cita mereka setelah lulus adalah menjadi entrepreneur.

Mereka mungkin sudah mulai berbisnis sejak di sekolah. Atau mereka secara mandiri mempelajari dunia entrepreneurship.

Maka bagi mereka, siap tidak siap nantinya setelah selesai bersekolah, mereka tidak ingin bekerja pada orang lain, tapi sebaliknya berkeinginan besar menjadi pemberi kerja.

Beberapa dari mereka, bahkan tidak sempat menyelesaikan sekolahnya karena kesibukannya berbisnis.

Secara pribadi, saya sangat mengidam-idamkan keadaan di mana anak-anak Indonesia, sudah mulai diperkenalkan dengan dunia entrepreneurship sejak masih SMP atau SMU.

Alangkah bagusnya jika di SMP atau SMU, kita bisa melihat keberadaan radio sekolah, televisi sekolah, koran sekolah, majalah sekolah, koperasi sekolah, atau divisi bisnis sekolah, yang dikelola dengan profesional oleh anak-anak muda berusia belasan tahun.

Smooth Lander

Mereka adalah para profesional yang terus mengasah kemampuannya, sembari meniti karir ke jenjang yang setinggi-tingginya. Mereka menantikan peluang emas di mana para pemodal mau memberi mereka kesempatan untuk menjalankan sebuah bisnis.

Fenomena yang paling umum terjadi adalah pemupukan sumber daya dalam bentuk tabungan dan investasi yang menghasilkan berbagai macam passive income. Kita mengenal mereka sebagai orang-orang yang akrab dengan tantenya yaitu "Bude Ros".

Amphibi

Mereka adalah para profesional muda yang penuh dengan semangat, tapi cukup berhati-hati dalam menjalani petualangan bisnis.

Segera setelah memungkinkan, setelah berbagai kebutuhan dasar terpenuhi, mereka mulai melakukan berbagai bentuk gerilya. Mulai dari yang kurang mulus seperti ngobyek atau mencuri waktu dan kesempatan, atau yang cukup elegan dengan mulai membangun bisnis rumahan, bisnis online, atau bisnis jaringan.

Mereka mungkin membiayai keluarganya untuk mengoperasikan sebuah bisnis pemula. Mereka juga mungkin membuka kios atau memanfaatkan garasi rumahnya. Mereka juga mungkin membangun aliansi dengan teman sekerja, mendirikan perusahaan baru yang belum diterjuninya secara total.

Mereka akan segera menerjuni bisnis secara total, manakala berbagai parameter dan persyaratan pribadi mereka dianggap sudah terpenuhi. Misalnya punya cadangan yang setara dengan dua tahun gaji mereka selama ini, atau sudah punya sumber lain yang ajeg dan tetap, dan sebagainya.

Free Diver

Yang ini adalah benar-benar petualang. Mereka tak terlalu peduli tentang keamanan posisi cadangan dan sumber daya. Mereka benar-benar mengandalkan impian dan kekuatan kemauan. Mereka hanya tahu satu hal, yaitu keinginan, cita-cita, atau obsesi dan idealisme mereka.

Ships Burner

Mereka adalah orang-orang yang sejak dini telah membaktikan hidupnya untuk dunia bisnis. Bisa jadi, mereka bahkan tidak pernah mengenyam bangku pendidikan formal. Sekolah mereka adalah dunia bisnis yang nyata.

Mereka bergerak dan mengoperasikan bisnis demi bisnis. Jika sebuah bisnis belum berjalan sesuai harapan, mereka tak akan segan meninggalkannya dan menerjuni dunia bisnis yang lain, sekalipun dunia bisnis baru itu masih cukup gelap bagi mereka.

Jika sebuah bisnis ternyata membawa kebangkrutan atau tidak berkembang, setelah merasa cukup berupaya menyelamatkannya, dan itu tidak dianggap berhasil, mereka tak akan segan-segan "membakar" kapal mereka. Mereka akan membangun kapal yang baru, dan segera mengarungi samudera kembali.

Slow Surfer

Mereka adalah para pebisnis yang meyakini peribahasa "sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit".

Mereka tidak ragu membangun bisnis yang dianggap orang lain kecil atau remeh. Mereka lebih berfokus pada pola pembelajaran. Mereka meyakini bahwa sekecil apapun itu, jika ditekuni pasti akan membawa hasil.

Revolusionist

Mereka adalah orang-orang yang sedikit banyak punya jiwa penjudi (dalam konteks positif tentu saja). Mereka meyakini yang satu ini: "Hanya diperlukan satu kesuksesan, untuk menciptakan rentetan kesuksesan sampai tujuh turunan".

Pelajarilah semua tipe di atas, refleksikan pada diri Anda. Jika Anda telah menemukan yang mana tipe Anda, maka mulailah melakukan modelling dengan konsep ATM. Amati, Tiru, Modifikasi.

Semua tipe-tipe entrepreneur di atas bukanlah harga mati. Sebab Anda, sangat mungkin menemukan dan mengembangkan tipe dan cara Anda sendiri, untuk menjadi pebisnis yang sejati.

Semoga bermanfaat.




Pilih Lingkungan Anda Untuk Sukses

Pilih Lingkungan Anda Untuk Sukses


Saya sering tanya ke teman-teman yang sering
bepergian ke Singapura, "Kalau kamu ke Singapura,
apakah kamu akan membuang sampah sembarangan ?"
"Tidak," jawab mereka. "Lalu kenapa kalau di Indonesia
masih membuang sampah sembarangan ?".
"Ya, karena di sini semua begitu."


Keadaan sekeliling dan lingkungan kita dapat mempengaruhi kita. Keadaan jiwa juga dapat mempengaruhi kita. Keadaan suasana hati dapat pula mempengaruhi kita. Mempengaruhi untuk bersikap dan melakukan sesuatu tindakan.

Pada bulan puasa beberapa waktu lalu, saya diberitahu tentang banyaknya pengemis yang dapat penghasilan 1-2 juta per hari. Ibu-ibu tua, bahkan anak-anak di pinggir jalan tiba- tiba penghasilannya meningkat di bulan Ramadhan dan puncaknya pas lebaran. Karena hal ini pula seringkali mereka khusus datang dari desa ke kota hanya untuk mengemis.

Namun mengapa orang-orang begitu baik hati untuk beramal ? Kenapa mereka beramal sedemikian banyak pada waktu itu ? Semua karena hatinya yang menjadi khusyuk sewaktu menjalankan ibadah di bulan yang suci itu. Mereka begitu bersemangat menjalankan semua ibadah yang bisa dilakukan, termasuk banyak beramal.

Orang Amerika yang sering pergi ke Las Vegas, tahu-tahu ada kabar menikah di sana. Mendadak saja keinginan menikah mereka timbul. Hal ini dikarenakan suasana kota Las Vegas yang sering kali menikahkan dengan persyaratan dan tata cara yang begitu mudah. Katanya satu gereja sehari bisa menikahkan sampai 30 pasangan. Sampai antri segala.

Saya sering tanya ke teman-teman yang sering bepergian ke Singapura, "Kalau kamu ke Singapura, apakah kamu akan membuang sampah sembarangan ?" "Tidak," jawab mereka. "Lalu kenapa kalau di Indonesia masih membuang sampah sembarangan ?". "Ya, karena di sini semua begitu."

Apakah mereka tidak bisa disiplin ? Apakah mereka tidak bisa diajarkan yang seharusnya ? Bisa. Bahkan tidak usah diajarkan, suruh saja mereka ke Singapura. Begitu sampai di sana mereka sudah tidak mau membuang sampah sembarangan. Kenapa di Indonesia mereka melakukannya ? Karena mereka mengganggap di Indonesia sah-sah saja untuk melakukan seperti itu. Tidak apa-apa, tak ada tindakan. Beda dengan di Singapura yang bisa didenda sampai ratusan ribu rupiah.

Saya punya teman yang sangat pelit. Dia bahkan di awal-awal tinggal di Amerika tidak mau memberi tip, uang terima kasih untuk karyawan restoran. Namun setelah tinggal di sana selama 3-4 bulan, dia terbiasa untuk memberi tip 15% dari total pengeluaran, minimal 10%. Kok berubah ? "Saya bisa celaka kalau tidak memberi tip. Bisa dipanggil untuk dimintai," jawabnya.

Ternyata orang yang pelit yang biasanya tidak memberi tip, sampai di tempat dimana semua orang memberi tip, dia juga turut melakukannya. Hal ini karena lingkungan sekitarnya melakukan itu sehingga mempengaruhinya.

Suasana hati seperti bulan puasa, lingkungan seperti di Singapura, nilai-nilai budaya seperti di Amerika mau tidak mau mempengaruhi kita. Yang pelit menjadi beramal. Yang biasa tidak berderma menjadi berderma. Yang tidak disiplin menjadi disiplin.

Nah, demikian juga sukses. Sukses juga akan dipengaruhi oleh lingkungan, orang-orang sekeliling kita dan nilai-nilai buadaya yang dianut. Karenanya kita juga harus mencari lingkungan, orang-orang yang mempunyai nilai- nilai yang sukses. Karena hal ini akan mempengaruhi kita menjadi sukses pula.



Mengelola Gaji Menjadi Bisnis

Mengelola Gaji Menjadi Bisnis


Sebuah survey menunjukan bahwa eksekutif

yang gajinya 15-20 juta, terancam jatuh miskin karena

pengeluaran konsumtifnya sangat tinggi.


Berapakah pendapatan anda saat ini? Berapapun yang anda peroleh, semuanya bisa berpotensi dilipat gandakan. Anda yang merasa berpenghasilan pas-pasan kemungkinan mengatakan, "mana mungkin saya bisa melipatgandakan penghasilan melalui bisnis, sedangkan setiap bulan saya harus pinjam sana sini untuk menutupi kekurangan biaya hidup?"

Wahai para pembaca yang budiman, bila anda masih bermental karyawan, berapapun uang yang anda peroleh, hutang anda akan bertambah banyak. Bila anda punya gaji satu juta rupiah, anda pasti kekurangan haji. Anda akan membayangkan bahwa gaji Rp 2 juta akan lebih baik. Ternyata, ketika gaji anda 2 juta, keinginan anda malah melebihi 2 juta. Anda harus membeli sepeda motor dengan cara kredit. Gaji anda naik lagi menjadi 3 juta, anda mulai ambil kredit rumah. Gaji naik 4 juta dan seterusnya, anda mulai membayar cicilan mobil tiap bulan. Semakin tinggi gaji anda, hutang pun semakin banyak. Itulah mental pegawai.

Sebuah survey menunjukan bahwa eksekutif yang gajinya 15-20 juta, terancam jatuh miskin karena pengeluaran konsumtifnya sangat tinggi. Bahkan 60% dari pendapatannya tersebut digunakan untuk membayar cicilan hutang. Hutang konsumtif pula. Mental pegawai identik dengan mental konsumtif. Berapapun pendapatannya, akan digunakan untuk meningkatkan gaya hidup dimana semuanya memakan tambahan biaya berikutnya. Yang dibeli pegawai selalu meminta biaya. Semakin mahal mobil yang anda beli, semakin tinggi pula biaya yang diperlukan untuk pemeliharaan. Beli rumah? Sama saja, makin mewah rumah yang anda beli, biaya pemeliharaannya juga semakin mahal. Lantas bagaimana sebaiknya mengelola penghasilan yang kita sebut gaji ?

Sebagaimana yang saya sampaikan di buku saya "Langkah Jitu Memulai Bisnis dari Nol", orang bermental entrepreneur berbeda dengan orang yang bermental pegawai dalam hal cara mengeluarkan uang. Orang bermental pegawai selalu mengeluarkan uang untuk kepentingan konsumtif, sedangkan orang bermental entrepreneur selalu berusaha agar uang yang keluar bisa kembali lagi dalam jumlah yang lebih banyak. Dengan demikian orang bermental entrepreneur uangnya selalu diupayakan untuk produktif, karena pengeluaran konsumtif sebenarnya hanya meliputi sandang (pakaian), pangan dan papan (tempat tinggal).

Orang bermental pegawai selalu bekerja keras untuk mencari uang dan menghabiskannya untuk belanja barang konsumtif. Sedangkan orang bermental entrepreneur selalu berusaha sebagian uangnya bisa menjadi uang lagi. Orang bermental pegawai semua hutangnya dibayar dengan gaji, karena hutangnya berupa hutang konsumtif, sedangkan orang bermental entrepreneur boleh punya hutang, tapi hutangnya berupa hutang produktif, yakni hutang yang dibayar dari hasil bisnis.

Misalnya, hutang ke bank untuk membeli ruko, selanjutnya ruko digunakan untuk bisnis yang dapat menghasilkan sehingga dapat membayar cicilan hutang ke bank. Bagaimana caranya agar anda yang terbiasa hidup dengan pengeluaran yang konsumtif menjadi produktif?


Ikuti langkah berikut ini:

1. Disiplin untuk menyisihkan penghasilan anda, minimal 10%. Lakukanlah sekarang. Sisihkan setiap anda menerima gaji dengan memasukkan pada tabungan. Kebanyakan orang mau berniat menabung apabila ada sisa uang. Kenyataannya hampir tidak mungkin ada sisa uang yang bisa ditabung. Cara berpikirnya harus dibalik, sisihkan dulu uang untuk ditabung, barulah sisanya digunakan untuk kebutuhan harian.

2. Carilah peluang usaha yang memungkinkan anda tidak perlu mengelolanya setiap hari. Anda bilang sulit? Ya, sulit itu artinya pasti ada solusinya. Maka, carilah ilmu kepada orang yang berpengalaman mengelola bisnis tanpa harus mengelolanya setiap hari. Bacalah media tentang wirausaha, baca iklan peluang bisnis, ikuti seminar wirausaha. Kelak anda akan bertemu dengan banyak orang punya bisnis yang bisa membantu kesulitan anda.

3. Bergaullah dengan orang-orang yang telah memiliki mental entrepreneur. Dengan bergaul dengan orang bermental entrepreneur, anda akan mudah untuk mengembangkan mental entrepreneur, yakni mental untuk membuat orang menjadi produktif.4. Sedekahlah. Sumbangan merupakan wujud atau bukti bahwa anda memiliki rasa syukur atas rejeki yang anda peroleh. Sedekah juga membuat anda merasa punya kelebihan dibanding orang lain, dan kelak akan membuat anda lebih mudah dan bersemangat menggali penghasilan baru. Percaya atau tidak, lakukanlah, kelak anda akan merasakan banyak manfaatnya.

Banyak orang yang mendambakan pendapatan pasif dengan cara deposito di bank. Ini bisa dilakukan oleh orang-orang yang sudah terlanjur "kaya"sejak kecil. Bagi anda yang memulai karir dengan kondisi pas-pasan dan tidak mendapat warisan yang pantas didepositokan, tak perlu memikirkan cara menabung untuk mendapatkan passive income deposito. Karena berdasarkan perhitungan bunga bank normal, katakanlah 8% per tahun, maka untuk mendapatkan bunga deposito sebesar gaji anda sekarang, anda butuh waktu untuk menabung selama 25 tahun lebih dengan menyisihkan 20% penghasilan anda setiap bulan.

Apakah anda sanggup menyisihkan 20% gaji anda setiap bulan selama 25 tahun tanpa pernah diambil serupiahpun? Kemungkinannya sangat kecil bukan? Maka sebagaimana disebut di muka, anda harus disiplin menyisihkan uang penghasilan anda, yang kelak dapat digunakan untuk membuka bisnis. Itulah jalan terbaik untuk melipatgandakan penghasilan anda saat ini


Jumat, 05 Februari 2010

Tips Melamar Pekerjaan

Sudah menjadi rahasia umum untuk mendapatkan sebuah pekerjaan di masa seperti sekarang ini dimana jumlah angka lowongan kerja yang tersedia lebih kecil dengan jumlah angka pencari kerja adalah sangat susah. Oleh karena itu diperlukan kiat dan tips yang tepat agar pekerjaan yang kita incar tersebut dapat sukses kita peroleh dengan baik.

Terlepas dari itu sering kali kita melihat banyak para pencari kerja atau lebih sering juga disebut pelamar kerja, melakukan tindakan-tindakan yang tidak perlu yang justru merugikan bagi diri sendiri. Sehingga jangan heran jika terkadang banyak orang yang stress karena tidak juga mendapatkan pekerjaan. Idealnya sih lebih baikberwirausaha dibanding melamar kerja menjadi karyawan, kata Bapak Mentri tuh cikaka… Tapi ada benarnya kok!

Langsung saja yah, berikut ini adalah tips sukses melamar pekerjaan dengan memperhatikan surat lamaran kerja dan resume / CV:

1. Pertama hal mendasar yang sangat penting diperhatikan adalah sebisa mungkin untuk melamar jenis pekerjaan yang sesuai dengan bidang yang kita mampu jangan malah sebaliknya. Di satu sisi yang lain, jangan melamar di mana dalam lowongan tersebut tidak memerlukan kemampuan yang kita miliki. Misal jangan mengirim resume dan surat lamaran pekerjaan ke jenis lowongan kerja orang IT padahal kita lulusan dari bidang Farmasi.

2. Sebagaimana kita ketahui, di toko buku atau di internet kita dapat menemukan format tulisan lamaran yang benar dan menarik. Memang tidak ada salahnya kita mengikutinya, namun usahakan jangan meniru 100 persen persis gaya penulisannya sehingga membuat gaya penulisan resume dan surat lamaran yang dibuat terlihat starandar kebanyakan orang buat. Usahakan masukkan gaya tulisan kita secara original dengan tetap mengikuti kaedah bagaimana menulis surat lamaran dan resume dengan benar.

3. Banyak mitos yang salah tentang bagaimana menulis surat lamaran dengan benar, salah satu contohnya adalah semakin detail dan panjang kita buat surat tersebut maka akan semakin bagus. Hal ini tentunya sangatlah salah, yang benar adalah surat tersebut harus padat, berisi, dan menarik bagi pembacanya sehingga menimbulkan keinginan untuk melihat kemampuan kita secara langsung.

4. Dan jangan lupa untuk menulis surat lamaran kerja dimana sebaiknya sangat disarankan tidak lebih dari satu halaman, dimana biasanya diikuti dengan CV atau resume dari diri kita.

5. Selain menulis surat lamaran yang baik, jangan juga lupa untuk menulis resume dengan benar. Resume sangat penting sebagai gambaran awal pihak HRD tentang diri kita diatas kertas. Resume yang baik sebaiknya ditulis dengan sederhana, jujur, kreatif, akurat, mudah dimengerti ketika dibaca, dan tentu saja dapat menarik perhatian bagi yang membaca.

6. Setelah selesai jangan lupa untuk membaca dan mereview kembali surat lamaran pekerjaan dan resume secara keseluruhan sebelum dikirim ke tempat kantor perusahaan yang kita incar. Pastikan semua sempurna, sortir kembali kata-kata yang tidak dibutuhkan, format tulisan (jika diketik dengan komputer) sebaiknya menggunakan format standar seperti times new roman, layout apakah sudah benar atau tidak, ejaan yang tepat dan terkesan profesional, dan lain-lain.

7. Setelah itu kirimkan dech, dapat menggunakan fasilitas email atau manual lewat POS biasanya. Hal ini tentunya sangat bergantung dari kebijakan yang telah ditentukan dari perusahaan yang menyediakan lowongan kerja tersebut.




Rabu, 03 Februari 2010

Tips Wawancara


Banyak hal yang sangat menentukan bagi pemburu lowongan kerja dapat menemukan suatu pekerjaan yang diharapkan. Dari sekian banyak hal dan banyak faktor tersebut, sudah tidak dipungkiri lagi bahwa sesi dalam wawancara atau bahasa ng-trendnya juga dikenal dengan isitilah interview sangat menentukan keberhasilan seseorang untuk merebut dan mendapatkan lowongan kerja yang tersedia.

Baik berikut ini adalah 10 tips terbaik yang harus kita cermati jika kita menginginkan sesi Tanya jawab, sharing, dan perbincangan dari suatu sesi wawancara dapat berjalan dengan baik dan sesuai yang kita harapkan:

  1. Hal pertama yang amat sangat penting harus dilakukan adalah mendapatkan konfirmasi yang jelas tentang dimana dan waktu sesi wawancara akan dilakukan minimal sebaiknya sehari sebelum wawancara kerja dilaksanakan. Hal ini bertujuan agar kita tidak tergopoh-gopoh sesaat sebelum sesi wawancara dilakukan, karena kita bisa memperkirakan kapan waktuberangkat dari tempat tinggal dengan tepat sehingga tidak terlambat.
  2. Memilih pakaian yang kita rasa paling tepat sesuai tema perusahaan tempat kita akan melakukan wawancara. Biasanya sih sering direkomendasikan untuk memakai dan mengenakan pakaian formal terbaik yang kita miliki. Namun tidak harus juga memakai pakaian formal karena jenis pakaian sangat tergantung dari lowongan tempat kerja yang kita incar. Jangan lupa juga untuk menyakinkan diri kita memiliki kualitas pribadi yang tinggi dengan memperlihatkan sikap-sikap sederhana yang positif seperti misalnya berjabat tangan dengan erat penuh optimis, melakukan tatapan mata dengan penuh percaya diri, dan tidak ada salahnya sesekali senyum.
  3. Kemudian sangat disarankan untuk melakukan pencarian informasi hal-hal apa saja yang dibutuhkan ketika melakukan wawancara, seperti misalnya bagaimana model interview yang akan dilakukan (panel interview atau one on one interview), informasi sekilas tentang perusahaan tempat yang menyediakan lowongan yang kita incar, analisis apakah perlu membawa contoh pekerjaan yang pernah kita lakukan sebelumnya, jika dalam interview ada tes atau ujian maka sebaiknya tidak ada salahnya mengetahui prosedur bentuknya dengan baik, dan masih banyak lagi informasi penting lainnya yang sebaiknya kita ketahui sehingga kita benar-banar telah siap untuk melakukan wawancara.
  4. Coba diskusikan dengan teman yang kita percayai tentang resume, CV, surat lamaran, atau berkas file lainnya yang kita kirim ke calon perusahaan yang menginterview! Hal ini bertujuan untuk menganalisa perkiraan pertanyaan yang mungkin akan diajukan oleh pewawancara kerja, dimana biasanya sebagian besar pertanyaan tersebut berasal dari data diri kita yang telah diterima oleh perusahaan. Dengan melakukan hal ini maka kita dapat mengantisapasi dalam menjawab pertanyaan yang diajukan lebih baik lagi.
  5. Memiliki argument dan pendirian yang jelas tentang diri kita yang dapat kita berikan kepada perusahaan. Terkadang pelamar sering demam panggung atau grogi ketika wawancara, sehingga tidak dapat mengungkapkan argument pribadi dengan baik. Pihak pewawanca dalam seharinya mungkin dapat menginterview ratusan pelamar, oleh karena itu kita harus tegaskan pendirian yang dimiliki dengan tegas dan menarik.
  6. Persiapakan diri untuk dapat memiliki kemampuan berbicara dengan baik, namun biasanya kemampuan berbicara dengan baik ini sangat susah dimiliki dalam waktu instant. Oleh karena itu sebaiknya sejak dini untuk melatih kemampuan ini seperti misalnya lebih banyak bersosialisasi dengan orang dan rajin menelaah atau membaca informasi baru (seperti membaca koran, mengikuti seminar, dll). Kemampuan berkomunikasi dengan baik sangat diperlukan terutama untuk mengantisipasi ternyata pertanyaan yang diajukan lebih memakan waktu yang diperkirakan sehingga dalam kasus ini kemampuan berkomunikasi kita akan benar-benar akan diuji!
  7. Melakukan latihan sendiri dalam menyampaikan materi yang akan hendak kita sampaikan. Hal ini diperlukan karena terkadang dalam suatu wawancara, pelamar terkadang diminta untuk melakukan presentasi tentang dirinya sendiri. Lakukan presentasi dengan baik dimana sebaiknya jelas, sederhana dan tegas. Jangan menyampaikan presentasi terlalu lama atau sebaliknya terlalu singkat.
  8. Dalam akhir sesi wawancara, biasanya kita diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan. Dalam hal ini sebaiknya kita mempersiapakan pertanyaan sebelum sesi wawancara dilakukan. Persiapakan pertanyaan dengan baik dan tepatm, jangan keluar ke pertanyaan yang tidak jelas. Ajukan pertanyaan misalnya tentang program latihan yang kita dapatkan terkait dengan posisi pekerjaan yang ditawarkan, peluang kesempatanberkarir di perusahaan tersebut, dll.
  9. Tidak ada salahnya untuk membawa catatan kecil, hal ini berguna untuk mencatat hal-hal yang penting. Jangan malu-malu untuk melakukan hal ini, selain kita akan terlihat professional, catatan ini juga akan berguna sebagai panduan pembelajaran untuk pengalaman menghadapi interview lagi kedepannya jika kita ditolak oleh perusahaan yang kita incar sekarang.
  10. Setelah melakukan wawancara, sebaiknya segera melakukan follow up dengan baik (tapi ingat jangan berlebihan yang dapat memperlihatkan kita jobless). Jangan lupa memberikan pandangan mata dan tersenyum dengan baik dan percaya diri, menunjukkan kita tampak professional, sesaat meninggalkan ruang wawancara. Kirim surat ke pewawancara, bahwa kita serius berminat akan lowongan kerja tersebut maksimal 1×24 jam setelah wawancara.


Selasa, 19 Januari 2010

tips hindari sesuatu yang dibenci atasan



Jika kita adalah seorang karyawan maka tentu sangat senang dan bangga jika kita menjadi salah satu karyawan yang dapat dipercaya oleh Bos atau Atasan di kantor tempat kita bekerja. Namun jika kita merasa keadaan yang sebaliknya maka sebaiknya kita melakukan interopeksi terhadap diri sendiri kenapa kita bisa sampai dibenci atau dijauhi oleh atasan kita.

Sudah menjadi rahasia umum jika kita dekat dengan Atasan dimana notabene-nya dapat sangat mempengaruhi perkembangan karir kita agar cepat melejit sukses, hmm… Walaupun hal ini tidak sepenuhnya dapat dibenarkan karena ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi jenjang karir kita akan sukses dan tidaknya!

Begitu juga banyak faktor yang menyebabkan kenapa sikap Bos atau Atasan menjauhi karyawannya, Salah satunya adalah mungkin didominasi oleh beberapa sikap yang kita lakukan kurang begitu disukai atau disenangi! Berikut ini adalah beberapa sifat dan sikap yang sebaiknya harus kita hindari agar atasan menyukai kita (tapi bukan 100 persen menjilat perhatian Atasan yah…!!!):

  1. Melakukan penolakan akan suatu pekerjaan yang diberikan pada waktu dan dengan alasan yang tidak tepat. Terkadang mungkin kita sebagai karyawan tiba-tiba mendapatkan tugas yang diberikan oleh Atasan, namun tugas tersebut adalah diluar tanggung jawab harian yang semestinya tidak dikerjakan oleh kita. Nah pada kasus ini ada kemungkinan besar kita akan menolak tugas tersebut. Upss….Hati-hati dalam mengantisipasi keadaan seperti ini karena jika menolak dengan menggunakan alasan yang tidak tepat, maka tentunya hal tersebut akan menjadi boomerang yang dapat menurunkan citra produktivitas kita dimata Atasan. Oleh karena itu, jika memungkinkan tugas seperti itu dapat kita kerjakan maka tidak ada salahnya untuk menerimanya, jangan hanya karena malas adalah alasan sebenarnya untuk menolak tugas tersebut.
  2. Sikap manja yang mungkin kita lakukan secara tidak sengaja. Bahkan terkadang dalam beberapa kasus mungkin kita dapat menemukan karyawan yang secara tidak langsung terlalu berlebihan menyita perhatian dari Atasan. Hal ini sebagai contohnya missal, mengerjakan suatu tugas tertentu namun entah mengapa karyawan tersebut baru sedikit menemukan masalah dalam mengerjakan tugas tersebut langsung berkonsultasi dengan atasan. Jika hal ini terlalu sering dilakukan maka jangan heran jika Bos kita di kantor sedikit demi sedikit tapi pasti akan meremehkan kemampuan yang kita miliki. Oleh karena itu tidak ada salahnya jika kita pada awal diberikan tugas untuk selalu mencatat poin-poin pentingnya dan mendengarkan arahan Atasan dengan seksama agar tugas yang akan kita kerjakan tersebut dapat dikerjakan lebih baik lagi.
  3. Kemudian hal yang ke-3 yang mungkin kita akan dijauhi oleh Bos adalah kurangnya komunikasi yang baik sehingga kita menjadi asing dan kurang mengerti terhadap apa yang sebenarnya diinginkan oleh Atasan agar pekerjaan yang sedang kita kerjakan dapat terselesaikan dengan memuaskan di mata Atasan. Sebagai contohnya mungkin kita dapat mencari tahu informasi, apakah sebaiknya Bos lebih menyukai laporan yang mendetail atau ringkas, lebih suka penjelasan dengan tulisan (apalagi jika kita memberikan laporan hingga salah ketik! Jangan sampai deh!) atau langsung tatap muka (atau via telepon)? Yah singkatnya sih jika komunikasi tidak dilakukan dengan benar gimana kita bisa mengerti untuk dapat mengerjakan tugas yang diberikan dengan memuaskan.
  4. Tidak mau jujur dalam menjalankan tugas dan lebih sering mengelak untuk bertanggung jawab jika tugas yang kita kerjakan gagal. Dunia kerja memang sangat keras, namun jangan sampai kita membuang sifat jujur dari diri kita. Jika tugas yang kita kerjakan tidak memuaskan atau gagal, maka jika memang itu kesalahan ada pada diri kita baik disengaja atau sebaliknya, maka jangan mengelak untuk bertanggung jawab. Tunjukkan bahwa diri kita adalah seseorang yang profesional, percayalah hal ini diwaktu akan mendatang sangat membantu diri kita meraih sukses dan tidak jatuh ke lubang yang sama!
  5. Tidak menunjukan bahwa diri kita dapat dipercaya dan terlalu tledor. Biasanya hal ini akan kelihatan sangat jelas di mata Atasan setelah kita diberikan beberapa tugas. Jika tugas yang kita kerjakan lebih banyak yang gagal, hmmm…. Sudah pasti bisa ditebak bagaimana opini yang terbentuk oleh Atasan terhadap diri kita. Oleh karena itu untuk mengantisipasi hal ini, maka tidak ada salahnya kita melakukan intropeksi terhadap kemampuan diri kita apakah kita benar-benar cocok pada bidang pekerjaan yang ditekuni saat ini. Selalulah berpikir positif agar dapat senangtiasa memompa semangat kita dalam bekerja. Jika ada tugas pekerjaan yang benar-benar akan sangat susah untuk dikerjakan oleh kita, maka sebaiknya terlebih dahulu membicarakan dengan baik dengan Atasan, karena mungkin dengan cara ini Atasan dapat mengantisipasi lebih awal (Jangan sampai malah sebaliknya Atasan mengetahui bahwa kita tidak capable untuk mengerjakan tugas yang diberikan ketika kita memberikan laporan dari hasil pekerjaan tersebut).

Selasa, 03 November 2009

Tips Sukses Karir

Berbagai faktor dapat mempengaruhi suatu individu untuk memperoleh sukses dalam dunia kerja dan karir. Namun jika faktor-faktor tersebut dapat diatasi dan kita dapat cari solusi terbaik dan tepat maka kesuksesan itu sendiri akan datang pada kita. Mengapa sebagian orang dapat dengan mudah mencapai posisi teratas di suatu perusahaan, sementara sebagian lagi sulit untuk mendapatkan promosi? Apakah kecerdasan, bakat, serta kekuasaan orang-orang tertentu mudah melesat?

Tidak juga, sikap ternyata lebih berperan! Ikuti sepuluh sikap positif ini, dan yakinlah karier Anda melesat maju:

1. Pekerjaan apa pun harus dilakukan dengan baik. Anda tidak pernah tahu saat Anda diperhatikan atau dinilai. Bila Anda terbiasa melakukan pekerjaan dengan baik dan benar,

maka Anda tidak mendapatkan kesulitan untuk menerima tanggung jawab yang lebih besar. Jangan lupa, apa pun yang Anda lakukan, pasti diperhatikan oleh atasan.

2.Tidak pernah berhenti mencari peluang. Tentu saja ada saat di mana Anda puas dengan pekerjaan yang sedang Anda geluti. Tetapi jangan lupa, profesional yang sukses selalu mencari kesempatan untuk maju dan berkembang. Pasang mata, buka telinga, dan buka wawasan untuk tantangan dan kesempatan baru. Anda tidak pernah tahu, kapan akan mendapatkan sesuatu yang dapat mengubah karier Anda menjadi lebih cemerlang.

3. Nasib saya tergantung dari diri saya. Bila Anda menghabiskan waktu hanya untuk menunggu datangnya mukjizat, maka Anda akan menunggu lama sekali, malah barangkali sia-sia. Seseorang yang sukses selalu melakukan sesuatu, secara baik dan tepat, untuk mewujudkan keinginannya. Anda sebaiknya bergerak dan melakukan sesuatu, cari cara yang baik dan tepat, jangan hanya menunggu. Anda pasti akan berhasil dan berhak untuk mewujudkan impian.

4. Segala sesuatu mungkin saja terjadi. Anda berpikir tidak mungkin menjadi wakil direktur. Jika demikian, maka Anda memang tidak akan pernah menduduki posisi tersebut. Ingat, jika Anda berpikir tidak bisa, maka Anda tidak akan pernah bisa. Tetapi bila berpikir Anda bisa, maka Anda pasti bisa.

5. Kegagalan merupakan kunci sukses Setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan dari waktu ke waktu. Perbedaan antara orang yang sukses dan orang yang gagal adalah bagaimana mereka menghadapi kegagalan yang dialami. Pegawai yang sukses selalu belajar dari kesalahan yang mereka lakukan dan tetap maju.

6. Perlihatkan kemampuan. Apakah Anda menunggu sampai seseorang melihat bakat dan kemampuan Anda? Mungkin sudah saatnya memperlihatkan kemampuan Anda. Katakan keberhasilan Anda dan apa yang telah Anda lakukan bagi perusahaan. Profesional yang sukses mengerti cara memperlihatkan keberhasilan mereka tanpa terkesan sombong.

7. Memiliki jejaring yang kuat. Pegawai yang sukses memahami dengan baik pentingnya suatu jaringan, baik di dalam maupun di luar kantor. Anda perlu bersikap proaktif untuk mengembangkan hubungan profesional. Ajak dan undang rekan sekerja untuk makan siang di luar. Sesekali, pergilah ke kafe sehabis jam kerja. Bergabunglah dengan yayasan profesional. Kembangkan jaringan profesional demi masa depan Anda.

8. Tidak terpaku pada latar belakang pendidikan. Bila selalu merasa bahwa pekerjaan yang Anda lakukan tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan, maka Anda akan menghasilkan pretasi yang buruk. Mungkin pekerjaan yang Anda lakukan tidak terlalu cocok bagi Anda, tetapi seorang profesional yang sukses melakukan tugas yang dibebankan kepadanya dengan sebaik-baiknya tanpa peduli di mana mereka berada.

9. Menganggap penting setiap orang. Bila Anda ingin bersikap agresif, Anda pun perlu bersikap baik dengan rekan sekerja serta orang-orang yang berada di sekeliling. Anda keliru kalau menganggap tidak perlu menjalin hubungan baik dengan sekretaris atasan. Bersikaplah sopan dan ramah terhadap orang-orang di sekeliling Anda. Soalnya, kita tidak pernah tahu, sikap baik itu mungkin memegang peranan penting bagi masa depan Anda.

10. Tidak terpaku pada jam kerja. Karena Anda bertanggung jawab atas nasib Anda, maka sudah menjadi kewajiban untuk terus mencari jalan dalam memperbaiki profesionalisme Anda. Bersikap sukarela dalam melakukan pekerjaan tambahan, berminat belajar sesuatu yang baru, serta bersedia pulang terlambat untuk membantu sesama rekan sekerja. Pekerja yang sukses tidak hanya bekerja terpaku pada jam kerja, tetapi juga bersedia melakukan lebih agar dirinya terlihat.Sebenarnya ke-10 tips tersebut, tidak harus dilaksanakan 100%, karena akan sangat susah untuk diterapkan, namun jika bisa kenapa tidak. Selamat mencoba!!

Sumber : Artikel Dunia Kerja Indonesia

Space Iklan 1 (Harga : 100.000 /bulan tayang)

Silakan Pasang iklan Anda di sini.. Iklan akan tampil di semua halaman. Hubungi : Bendahara IA-SMKIN GO 085227111076 (Zul Kurniawan)